Aku begitu merindukan warna oranye itu. Sore terang yang menyemarakkan hari. Begitu teduh dan begitu nyaman. Langit akhir-akhir ini terlalu abu-abu. Rasanya tidak bersemangat dan tidak semarak. Membuat hati ikut murung dan gundah.
Saat langit begitu oranye, selalu ada waktu untuk bercengkerama atau bahkan hanya bertegur sapa. Tapi sekarang rasanya begitu egois. Tak lagi ada waktu yang cocok untuk bercengkerama. Semua hanya singgah untuk berdiam dan asyik dengan aksi masing-masing. Halo, masih adakah pembicaraan ringan yang menyenangkan seperti dulu? atau sekarang hanya sekedar sambil lalu?
Secangkir cokelat hangat menemaniku bercerita malam ini. Bukan curhatan anak gaul yang berbahasa begitu lugas. ini hanya sekedar kata-kata yang terangkai begitu saja tanpa komando. Yang meluncur tanpa rem pakem yang bisa membatasi gerak. Sekali lagi, ini hanya sekedar rangkaian kata-kata tanpa komando yang meluncur dan menjadi sebuah cerita singkat tanpa kejelasan.
Sejenis absurd namun ini juga realistis. Ketika merindukan hal yang begitu menenangkan. Keakuan yang seringkali timbul tenggelam dalam tanda tanya besar. Untuk apa aku begini? Oranye ! ya untuk menjadikan orang-orang ikut merasakan hangatnya oranye. Berbuat baik itu hal yang baik kan? tapi saat kebaikan hanya dipandang sebelah mata? hanya dianggap agar bisa menjadi ajang untuk meminta timbal balik dan sebagainya, lalu apa gunanya berbaik hati?
hahaha,, obrolan makin mengerucut, maka sudahi saja cerita kali ini.
Saat langit begitu oranye, selalu ada waktu untuk bercengkerama atau bahkan hanya bertegur sapa. Tapi sekarang rasanya begitu egois. Tak lagi ada waktu yang cocok untuk bercengkerama. Semua hanya singgah untuk berdiam dan asyik dengan aksi masing-masing. Halo, masih adakah pembicaraan ringan yang menyenangkan seperti dulu? atau sekarang hanya sekedar sambil lalu?
Secangkir cokelat hangat menemaniku bercerita malam ini. Bukan curhatan anak gaul yang berbahasa begitu lugas. ini hanya sekedar kata-kata yang terangkai begitu saja tanpa komando. Yang meluncur tanpa rem pakem yang bisa membatasi gerak. Sekali lagi, ini hanya sekedar rangkaian kata-kata tanpa komando yang meluncur dan menjadi sebuah cerita singkat tanpa kejelasan.
Sejenis absurd namun ini juga realistis. Ketika merindukan hal yang begitu menenangkan. Keakuan yang seringkali timbul tenggelam dalam tanda tanya besar. Untuk apa aku begini? Oranye ! ya untuk menjadikan orang-orang ikut merasakan hangatnya oranye. Berbuat baik itu hal yang baik kan? tapi saat kebaikan hanya dipandang sebelah mata? hanya dianggap agar bisa menjadi ajang untuk meminta timbal balik dan sebagainya, lalu apa gunanya berbaik hati?
hahaha,, obrolan makin mengerucut, maka sudahi saja cerita kali ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar