Rabu, 07 Maret 2012

Bukan Dunia Dongeng

Kereta kuda, lampu warna-warni, peri, istana, gaun yang cantik, pangeran, Happy Ending.
Kira-kira begitu akhir dari cerita dongeng. Bahagia dan selalu menarik untuk dijadikan lamunan ataupun khayalan yang tanpa akhir. Menari dan terangkai secara otomatis. Terprogram untuk mendapatkan Happy Ending.
Pada kenyataannya khayalan adalah lamunan tanpa batas dan sering kali menjerumuskan pada apa yang disebut dengan kekecewaan. Miris rasanya saat menyadari disekeliling kita ada yang menangis karena 'khayalan'nya buntu. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Menyalahkan mimpi? atau khayalan? atau malah menyalahkan mereka yang bermimpi dan berkhayal?
Tak ada yang dapat disalahkan. Karena mimpi hadir begitu saja dan terprogram secara otomatis untuk dipikirkan. Kehidupan tanpa celah.
Yang terpenting adalah selalu sadar bahwa kenyataannya hidup Bukan Dunia Dongeng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar