Terdahulu telah mampu. Lainnya menjadi enggan untuk bersapa. Sudah terbiasa dengan alpa. Dua puluh empat jam berbaur dengan hari, menjadi cerita disetiap detiknya. Ada raksasa yang selalu membayangi setiap endingnya. Lamanya cerita tak mengubah ending. Rasanya sudah teramat bosan dengan poin yang itu itu saja.
Apa salahnya berbeda ketika yang lain sama? Permainan kata berharap menyamarkan perbedaan. Tapi tetap saja terlalu mencolok diantara lainnya.
Lucu rasanya membaca ulang yang telah lalu. Campur aduknya terlalu familiar. Tapi tak urungnya untuk berpindah pada halaman selajutnya. Karena yang selanjutnya memang masih bersih. Kini terlalu letih untuk meringkas ulang semuanya. Yang terlintas bukan tentang masa lalu, tapi apa yang akan terjadi besok. Tak goyah untuk hembusan angin maupun lapuk karena panas dan hujan. Yang tak pasti belum tentu seburuk apa yang dipikirkan. Bukan tentang apa yang belum terjadi tetapi tentang apa yang menanti.
Entah itu tentang aku, kamu, dia, mereka, atau bahkan Kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar