Senin, 04 Juli 2011

Menjadi Langit Sore

Disaat kaki terlalu lelah untuk melangkah dan kata enggan terucap, bahkan untuk sekedar tersenyum. Tiba-tiba gerutuku terusik.
Oranye, begitulah kira-kira warna langit saat itu. Hangat menyapaku. Aroma khasnya menerpa wajahku. Menari seperti anak kecil bermain balon. Riang.
Menyadarkanku dari lamunan. Dan membuatku menyukai sore. Ya, Langit Sore!

Sehingga tak ada kata sendiri lagi, karena Langit Sore selalu ada :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar