Saat perahu yang terombang-ambing ombak, sering kali terbersit penyesalan mengapa harus melaut. Seperti sebuah pilihan, ending apa yang telah menanti. Berharap akan tepat seperti rancangan. Tapi tak heran juga ketika akan melenceng begitu jauh. Ya, rasanya itu seperti tanpa pegangan. Terlalu yakin, khawatir akan meleset. Namun ketika tanpa keyakinan nyata, maka tak ayal menjadi begitu ringkih. Yang dipertanyakan adalah yakinkah ketika apa yang terhampar di depan adalah apa yang kita inginkan?
Terlalu ruwet pola pikir manusia. Sama seperti benang. Ketika gulungan mulai terbuka, maka tariklah hingga habis atau biarkan polanya tanpa sentuh, cukup membuka bungkusnya. Yang merasa ragu, cukup pejamkan mata dan langkahkan kaki kalian. Yang terlalu yakin, maka biarkan keyakinan itu membawa kalian entah kemana.
Seperti sebuah sisipan sebuah cerita kehidupan yang kian hari lembarannya kian penuh dengan coretan, atau mungkin akan memudar warnanya karena tak tersentuh. Bukan tentang aku atau apapun itu, tapi apa yang tersirat dalam sebuah pola pikir yang sering kali melebihi kapasitas.
Sambil terus mengetik, yang entah karena apa tapi begitu tekun menceritakan tentang hal entah apa. Berkali-kali menengok barang elektronik butut yang untuk kesekian kalinya memang tanpa ada kehidupan. Wah, sepertinya memang sendiri. Persis seperti barang mati yang berharap bakal ada sahutan dari apa yang diharapkan. Tapi sinyal sepertinya tidak mengantarkan apa yang dipikrkan. Atau mungkin telah sampai, tapi memang tidak mengharapkan sinyal yang dikirim.
Berharap semudah mengirim telepati. Tapi sepertinya belum cukup sakti untuk menyampaikan pikiran tanpa berucap. Tak dinanti atau mungkin memang tak ada. Yang diharapkan menjadi pengawal adalah dia yang tak ingin mengawal. Lucu ya. Terlalu lucu hingga rasa kasihan menjadi lebih dominan. Sekali lagi rasanya persis seperti entah apa itu.
Sesaat sangat ya, namun sekejap terasa begitu tidak. Dan sekali lagi, pertanyaan berputar dikepala, karena jawaban hanya akan mengumpul diperkiraan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar