Rasanya semakin lama semakin memudar. Saat yang lain sibuk terlelap, aku malah terjaga. Ini bukan cerita aku dengan siapa, aku siapa, aku sedang apa atau bagaimana. Ini hanya sekelumit cerita yang pastinya sangat membosankan untuk sekedar disimak. Karena memang tidak ada habisnya, tetapi jelas akan menjumpai titik. Walaupun mengambang tanpa kejelasan.
Alamatnya sebetulnya jelas dan gamblang tersirat, tapi saat tersurat bisa begitu sulit, maka pertanyaan kembali berputar. Kemana bahasa yang tersirat sebelumnya. Kembali memutar otak. Memeras apa itu pola pikir. Waw. Masih tetap sama. Nol.
Ibarat kejadian, mungkin mirip dengan air yang akan mendidih. Blutuk blutuk. Pilihannya dibiarkan lalu meluap kemana mana, atau matikan kompornya.
Sekarang masih tetap sama, berkutat dengan cerita tanpa awal dan akhir. Tanpa start dan finish. Tanpa jeda. Mungkin lebih mirip iklan atau poster jalan raya yang lapuk. Hanya sebuah prolog dan epilog dengan tambahan titik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar